Rabu, 05 November 2014

Perkembangan Televisi

Penemuan cakram metal berputar dengan banyak lubang didalamnya yang ditemukan oleh seorang mahasiswa di Berlin-Jerman, 23 tahun, Paul Nipkow [1883], merupakan cikal bakal lahirnya televisi.
Kemudian disekitar tahun 1920, para pakar lainnya seperti John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins, menggunakan piringan Nipkow ini untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, dan penerimaannya.

Perkembangan


Dalam penemuan televisi (tv), terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 - George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.

1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1929 - Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.

1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.

1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.

1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.

1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

Perkembangan Flashdisk

Flash Disk atau Flash Drive adalah media penyimpan data yang menggunakan flash memory dan diakses menggunakan USB port. Flash disk menggunakan gabungan berbagai teknologi sehingga murah, konsumsi energi rendah dan berukuran kecil. Dasar teknologi yang digunakan untuk memori flash disk adalah EEPROM. Namun teknologi EEPROM hanya bisa ditulis ulang setelah semua isinya dihapus. Hal ini tentu sangat merepotkan. Peneliti akhirnya menemukan sebuah cara bagaimana membagi memori dari EEPROM menjadi bagian-bagian kecil, yang bisa dihapus tanpa memengaruhi bagian lain. Sehingga flash disk bisa ditulis ulang apapun keadaannya, seperti yang ada sekarang.
Jaman dahulu ketika era disket masih berjaya orang biasa membawa data mobile menggunakan disket dari mulai yang berukur 51/4 hingga 31/2 inch dengan kapasitas mulai 720 KB hingga berkisar antara 1.44 Mb seperti yang dialami aku sendiri ketika menggunakan PC berbasis DOS dengan aplikasi macam wordstar dan lotus 123. Namun seiring perkembangan jaman dan pesatnya akan kebutuhan data yang besar dengan mobilitas tinggi serta daya tahan yang kuat maka disket tak mampu menjawab tantangan ini. Meskipun kemudian muncul ZIP drive yang kapasitasnya lebih besar dan berkali-kali lipat dari disket, tapi ZIP ini bisa dibilang kurang fleksibel dan ukurannya pun boleh dibilang tidak simpel dan kebanyakan PC tidak memiliki Zip drive.
Dan akhirnya hadir sebuah alat simpan portabel yang saat ini paling banyak digunakan yaitu USB FLASH DISK. Benda ini sebenarnya tidak memerlukan software/driver khusus karena tergolong PNP (Plug and Play) untuk dapat melakukan baca dan tulis kecuali untuk windows 98 ke bawah dan linux versi awal memang memerlukan driver. Selain itu rata-rata PC sekarang ini sudah menyertakan port USB yang merupakan interface dari USB Flash Disk ini, jadi benar-benar mudah sekali digunakan.
Disini sedikit mencoba menggali sedikit sejarah mengenai perjalanan FD ini. Bicara mengenai penemu FD ini menurut data yang kuperoleh bahwa FD ini ditemukan pertama kali oleh Dov Moran, yaitu President dan CEO dari perusahaan M-Systems Flash Pioneers pada tahun 1998 lampau. Serta seorang pegawai pada perusahaan Sandisk yang bernama Harkabi yang sekaligus juga merupakan pemimpin dari tim pengembang dan marketing di M-system ketika itu, saat ini beliau telah menjabat sebagi Vice President. Kontribusinya yang amat berarti adalah membuat USB Flash Disk ini menjadi mandiri tanpa memerlukan instalasi driver. Pada bagian pemasaran, Perusahaan Amerika IBM lah yang pertama menjual flash disk yang ketika itu masih bekapasitas 8 MB dengan nama Memory Key tepatnya pada tahun 2001. IBM kemudian meluncurkan FD dengan kasitas setingkat lebih besar yakni 16 MB yang dibuat oleh perusahaan Trek 2000 setelah itu diluncurkan lagi versi yang 64 MB yang dibuat oleh perusahaan M-System.
Mengenai penamaan, Flash disk ini sebenarnya namanya sangat beragam mulai dari thumb drive, pen drive, thumb flash, flash drive dan sebagainya.